This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, August 10, 2016

Penggunaan IPTEK berkarakter berbasis IMTAQ

Dalam program ini kami mengajarkan siswa untuk berinternet secara positif, bermanfaat, dan memiliki nilai guna, Hal ini dilatar belakangi oleh tingginya angka akses pornografi oleh remaja di Indonesia







Di hari selanjutnya kami juga mengajarkan dasar dasar dari microsoft office, diantaranya adalah Microsoft Office Word, Excel, dan Powerpoint






Alhamdulillah dalam kegiatan kami dapat terlaksana dengan baik, dan antusiasme siswa siswi di Mts. Al- Hassani juga sangat tinggi.

Sunday, August 7, 2016

PEMBUATAN “PUPUK DAN PEPTISIDA ORGANIK JERAMI KERING"

Perkumpulan Sebelum Melaksanakan Pembuatan Pupuk



Pemotongan  jerami  dan pemilihan



Pengumpulan Jerami Untuk Melakukan Penyiraman EM4 Dan  Gula Yang Telah Dicampur Dengan Air




 Penambahan EM4 agar mempercepat pembusukan


Proses fermentasi

Program Kerja Daur Ulang Sampah

Gambar 1:

            Daur ulang sampah merupakan kegiatan yang dilakukan dalam menggolah barang bekas menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual. Dalam hal ini mahasiswa KKN memanfaatkan barang bekas seperti botol minuman bekas yang sudah tidak dipakai untuk dijadikan sebagai celengan dan juga dijadikan sebagai pot bunga gantung dan lain sebagainya.  Kardus Aqua yang dijadikan sebagai lampu hias. Dalam kegiatan ini mahasiswa KKN melaksanakannya sebanyak dua kali, yang pertama dengan mengajak ibu-ibu PKK dan yang kedua pada siswa siswi SD Aeng Tabar II dalam pelaksanaan pembuatannya.

Gambar 2 : 


  Kegiatan saat tahap pengecatan daur ulang kardus bekas untuk dijadikan sebagai lampu hias dengan langkah-langkah yang pertama potong kardus menjadi segi panjang sekitar tiga puluh sentimeter kemudian bentuk menjadi kotak dengan cara di lem. Kemudian disusun satu persatu dengan menggunakan lidi. Ibu-ibu PKK sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini karena dapat mengisi waktu luangnya.

Gambar 3 : 


Hasil dari daur ulang botol bekas yang dilaksanakan oleh siswa-siswi Kelas 5, SD Aeng Taber II, hasil tersebut dapat digunakan sebagai celengan, penutup lampu dan tempat bros agar dapat dimanfaatkan kembali oleh siswa siswi sebagai barang yang lebih bermanfaat. Proker ini dilaksanakan disebabkan karena mahasiswa menganggap bahwa barang bekas bukan hanya untuk dijadikan sampah atau menjadi barang yang tidak berguna melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual yang lebih tinggi.

Program Kegiatan "PELATIHAN INFORMASI & TEKNOLOGI"

Dalam pelaksanaan program kerja “Pelatihan IT” terdapat dua target yang pertama yaitu perangkat desa, pemuda desa Aeng Tabar dan santri PP. Al-Ghozali. Pertemuan pertama dilaksanakan dengan pemuda dan perangkat desa Aeng Tabar di balai desa. Pelatihan IT kali ini kami melakukan pengajaran tentang Informasi teknologi yang difokuskan pada Microsoft Word dan Microsoft Excel. Dalam pelatihan ini  menggunakan modul sebagai acuan bagi para pesereta pelatihan IT dan memudahkan pemateri dalam menjelaskan. Pelatihan IT ini dilakukan sesuai dengan saran dan masukkan pemuda dan perangkat desa tentang keluhan terhadap  penggunaan microsoft word khususnya tentang dasar-dasar penggunaan aplikasi word dalam urusan surat menyurat. Kendala yang kami temui dalam pelatihan IT ini adalah adanya rasa canggung antara perangkat desa dengan para pemateri sehingga menimbulkan kurangnya interaksi. Melalui kendala yang kami temui, kami sebagai pemateri sering menanyakan tentang sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan, jika kurang paham atau masih ragu tidak segan segan kami sebagai pemateri mengulang dan mempraktikkaan secara langsung.

Pertemuan kedua dilaksanakan dengan santri PP Al-Ghozali di PP Al-Ghozali. Sama halnya dengan pelatihan di balai desa kami menggunakan modul sebagai acuan bagi peserta Pelatihan IT yang kami fokuskan pada Microsoft Word dan Microsoft Excel. Adapun kendala yang kami adalah kurangnya antusias peserta dalam pelatihan ini sehingga pemateri memberikan game bagi peserta untuk menarik minat peserta dalam pelatihan ini.
Berikut adalah hasil dokumentasi pada waktu Pelatihan IT :

  • Perangkat dan Pemuda Desa





  • Pondok Pesantren Al-Ghozali



SOSIALISASI PENTINGNYA MEMPERTAHANKAN BUDAYA LOKAL


Mempertahankan budaya lokal. Itulah tema yang kami angkat dan kami sosialisasikan  kepada anak MTs Al-Hasani. Sosialisasi yang pertama pada tanggal 09 juli 2016 dan yang kedua pada tanggal 07 agustus 2016 yang semuanya kami lakukan pada jam 08.00 WIB dan bertempat diponpes Al-Hasani. Sosialiasi dengan tema mempertahankan budaya lokal ini bertujuan agar para anak muda sebagai penerus bangsa nantinya bisa mempertahankan kebudayaannya agar tidak tergerus oleh zaman yang semakin maju yang dikarenakan globalisasi. Kami ingin mengajak para generasi muda, terutama dalam melestarikan dan menjaga eksistensi nilai budaya itu agar nantinya tidak luntur khususnya budaya yang ada di Madura. Apa saja budaya yang ada di Madura? antara lain ada batik madura, sapi sonok, berbicara dengan bahasa yang halus kepada yang lebih tua, kerapan sapi dll.
Lantas bagaimana mempertahankan budaya lokal? yang pertama adalah dengan cara ikut berpartisipasi dalam melestarikan kebudayaan lokal, maksudnya adalah kita harus bisa ikut serta dalam melestarikan budaya itu sendiri, ikut serta dalam artian disini adalah kita tahu apa saja budaya kita dan bisa mempraktekkan budaya itu sendiri. Kedua dengan mengajarkan kebudayaan pada generasi penerus. Siapa generasi penerus? Generasi penerus disini adalah para anak muda, yang nantinya akan melestarikan kebudayaan tersebut. Dimana mereka harus diperkenalkan terlebih dahulu apa saja kebudayaan yang dimiliki Madura, sehingga dengan diperkenalkannya budaya tersebut para remaja bisa mengetahui dan bertindak bagaimana cara mempertahankan budaya yang dimiliki Madura. Ketiga dengan cara mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain. Cara paling mudah dan efektif untuk mempertahankan budaya kita sendiri adalah dengan cara mencintai budaya itu sendiri karena dengan rasa cintalah dapat membuat seseorang bisa sangat menghargai budayanya sendiri. Keempat dengan cara mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena dari kebiasaanlah maka seseorang akan terus menggunakannya. Misalnya budaya berbahasa dan yang terakhir menghilangkan perasaan gensi atau malu terhadap kebudayaan yang kita miliki.

Oleh karena itu kami di sini mensosialisasikan pentingnya mempertahankan budaya lokal agar mereka bisa menjaga budaya yang ada di daerahnya khususnya di Madura supaya tidak hilang karena arus globalisasi yang semakin berkembang.














Program Kegiatan "Cinta Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD)"


Dalam pelaksanaan program kerja tema “Cinta Bahasa Indonesia” kegiatan terbagi menjadi tiga pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan di SDN Aengtabar 1  dengan pengajaran kelas inspirasi. Pengajaran kelas inspirasi ini merupakan pengajaran yaang berbasis menumbuhkan motivasi dalam belajar. Dalam proses pengajarannya pemateri menggunakan bahasa Indoneasia yang baik dan benar dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa SDN Aengtabar 1. Pengajaran   ini dilakukan sesuai dengan saran dari guru-guru tentang keluhannya terhadap kurangnya motivasi belajar pada siswa SDN Aengtabar 1. Pengajaran ini difokuskan kepada siswa kelas 6 mengingat kelas 6 merupakan kelas atas yang membutuhkan motivasi yang lebih, sehingga memiliki pandangan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat selanjutnya. Dalam pelaksanaan pengajaran ini ada beberapa kendala yang ditemui oleh pemateri  yang pertamaa yaitu kurangnya sarana dan prasarana saat pengajaran kelas inspirasi, yang kedua siswa kurang terbuka dan masih canggung dengan orang baru sehingga pemateri kesulitan dalam melakukan interaksi secara aktif dengan siswa.



Pertemuan kedua, dilaksanakan di SDN Aengtabar 2 dengan pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan sasaran siswa SD kelas 3. Materi yang disampaikan merupakan materi sebelumnya yaitu kelas 2 mengingat masih tahun ajaran baru sekaligus mengulang ingatan tentang materi kelas dua. Dalam proses pengajarannya pemateri memberikan penguatan tentang materi, selanjutnya untuk mengetahui kemampuan siswa kelas 3, pemateri membagi siswa menjadi beberapa kelompok dalam tiap kelompok terdapat tim ahli yang akan membantu siswa dalam mengerjakan tugas yang nantinya akan diberikan oleh pemateri. Pengajaran ini difokuskan kepada siswa kelas 3, hal ini dilakukan karena berdasarkan saran yang diberikan guru dan  pertimbangan dari pemateri bahwa penggunaan bahasa Indonesia di tingkat SD untuk kelas 1, 2, dan 3 masih mengalami percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pelaksanaan pengajaran ini terdapat kendala yaitu kurangnya fasilitas yang ada di SDN Aengtabar 2 sehingga pemateri menyediakan sendiri alat yang dibutuhkan dalam proses pengajaran misalnya LCD dan proyektor.





Pertemuaan ketiga, dilaksanakan di SDN Aengtabar 2 dengan pengajaran keterampilaan dalam memaanfaatkan botol bekas yang di daur ulang. Dalam pengajarannya pemateri menciptakan pengajaran yang seru dan kreatif namun tidak lepas dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan sasaran siswa SD kelas 5. Pengajaran ini difokuskan kepada siswa kelas 5 mengingat kelas 5 merupakan kelas yang sesuai jika dilihat kemampuan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang cukup baik. Dalam pengajarannya ada satu pemateri dan didampingi oleh tim ahli pada masing-masing tiap kelompok. Tujuannya agar tiap kelompok bisa bekerjasama dan jika mengalami kesusahan ada tim ahli yang siap mengarahkan. Diawal pembelajaran pemateri pemberikan syarat agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tema yaitu cinta bahasa indonesia. Syaratnya yaitu setiap siswa dalam pembelajaran keterampilan harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar begitupun dengan pemateri. Jika siswa menggunakan bahasa daerah pemateri boleh tidak merespon pertanyaan tersebut. Dalam pengajaran keterampilan, pemateri tidak memiliki kendala, siswa aktif dan sangat antusias serta menggunakan bahasa Indonesia yaang cukup baik.


TERIMAKASIH KAMI UCAPKAN UNTUK SDN AENG TABAR 1
DAN SDN AENG TABAR 2 SEMOGA MENGABDIAN KAMI DI BIDANG PENDIDIKAN DAPAT MEMBERIKAN TAMBAHAN PENGETAHUAN, INSPIRASI SEKALIGUS MOTIVASI AGAR DAPAT MENGEMBANGKAN SEMUA POTENSI DAN DAPAT MENJADIKAN SISWA SISWI MENJADI LEBIH BERKUALITAS.

KKN TEMATIK 2016 KELOMPOK 90 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Sunday, July 24, 2016

Program Utama KKN 90 Desa Aeng Tabar Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan

     Program utama kelompok 90 berfokus pada pengolahan hasil pertanian jagung yang melimpah di Desa Aeng Tabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, untuk itu kelompok 90 mensosialisasikan cara dalam pembuatan keripik jagung Madura




Produk Unggulan KKN Kelompok 90


Adapun cara dalam pembuatan produk unggulan KKN 90 adalah :
  • Menyiapkan jagung pipil 1 kg
  • Melakukan perendaman 1 malam dengan kapur sebesar 3%
  • Setelah dilakukan perendaman, dilakukan perebusan sampai lunak
  • baru kemudian dicuci lalu direbus untuk kedua kali sampai mengembang
  • Setelah itu penggilingan 2-3x dengan dicampur bawang putih 10%
  • kemudian dilakukan pencampuran sampai homogen dengan perbandingan kanji 25%, Garam 2-3% Royco 2 Bks
  • Pengukusan
  • Pimipihan
  • Penjemuran 1/2 kering
  • penjemuran sampai kering
  • penggorengan
  • pengemasan


Proses penggilingan



Proses Penggorengan


Proses Pengemasan